Sejarah Komputer: Dari Abacus hingga Arithmometer

Istilah Computer (Komputer) berasal dari bahasa latin Computare yang dalam bahasa inggris berarti compute, to compute atau computer, dan dalam bahasa kita berarti; menghitung, untuk menghitung atau penghitung. Komputer yang kita kinal saat ini merupakan rangakaian alat elektronik saling terhubung yang terdiri dari beberapa piranti keras (hardware) berupa: Unit Pemrosesan (processing units), Unit Masukan (Input), Unit Penyimpan (storage), dan unit pengeluaran (output). Agar dapat dioperasikan, komputer membutuhkan ketersediaan piranti lunak firmware dan software yang terintegrasi didalamnya. Firmware digunakan sebagai dasar pengaturan dan kontrol pada piranti keras (hardware), sedangkan software sebagai media pengoperasian dan pengolahan data. Dilihat dari fungsinya piranti lunak dapat dikelompokan menjadi 3 bagian, antara lain:

BIOS (Basic Input Output System). Piranti lunak ini oleh vendor/produsen diintegrasikan dalam Chips EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) yang merupakan keluarga Flash Chips yang bersifat Read Only Memory (ROM). Bertugas untuk membaca, menghubungkan/mengizinkan, memutuskan/menolak dan mereview komponen-komponen hardware yang saling terhubung pada unit komputer. Sampai pada tahap ini komputer sudah dapat memberikan informasi pada pengguna komputer secara visual. Piranti lunak BIOS ini dapat juga disebut dengan istilah Firmware. Sebagai bagian dari integrasi komputer, Fungsi BIOS tidak tergantung pada ketersedian piranti lunak lainnya.

Operating System (OS). Secara bahasa berarti "Sistem Operasi". Dari penamaannya kita dapat menyimpulkan, tugas dari piranti lunak ini sebagai media pengoperasian komputer. OS secara umum dipasang/diinstall didalam media penyimpanan (storage) bernama Harddisk Drive (HDD). Dengan adanya Operating System inilah pengguna dapat melakukan berebagai tugas pengolahan data. OS sangat bergantung pada mekanisme kerja hardware dan firmware BIOS.
Application Program. Bisa disebut Aplikasi saja atau biasa disingkat dengan istilah App. Merupakan program-program yang dibuat untuk mendukung berbagai pengolahan data, baik itu data text, gambar, audio ataupun data video.

Pada awalnya komputer tidak dirancang untuk media hiburan, tidak juga untuk menerima email dan chatting (Internet), melainkan dirancang sebagai alat hitung untuk mempermudah dan memecahkan berbagai persoalan matematis dan perhitungan dalam skala besar.

Arti dari penamaan computer (compute) merujuk pada alat-alat yang pernah digunakan oleh orang-orang pada jaman dahulu yang menggunakan berbagai alat untuk mempermudah orang dalam melakukan penghitungan, dari menggunakan biji-bijian, kayu maupun yang berupa batu-batuan. Seiring dengan berkembangnya peradaban dan ilmu pengetahuan, manusia menemukan cara dan gagasan yang sebagian besar teraplikasikan dalam bentuk alat bantu. Dan satu diantaranya adalah Abacus sebuah alat bantu hitung yang lebih kita kenal dengan sebutan sempoa/dekak-dekak atau sipoa. Sebuah alat unik dan sederhana yang menjadi bagian penting dalam evolusi alat bantu hitung modern dan komputer.

Abacus menjadi alat hitung populer yang digunakan di banyak negara terutama di china, dimana abacus telah digunakan sejak 300 tahun sebelum Masehi. Itulah kenapa dalam buku-buku maupun artikel yang pernah kita baca selalu menghubungkan abacus dengan negara tirai bambu tersebut. Selain china beberapa negara yang populer dengan abacus-nya adalah: Yunani , Jepang, Rusia dan Denmark.

"Abacus adalah alat menghitung yang digunakan selama berabad-abad sebelum akhirnya diadopsi oleh sistem angka tertulis modern dan masih banyak digunakan oleh pedagang-pedagang dan pegawai di Asia, Afrika, dan tempat lain." (Philip Babcock Gove).

Kugleramme
Abacus telah digunakan dibanyak lembaga pra-sekolah dan sekolah dasar di dunia sebagai alat bantu dalam mengajar sistem angka dan aritmatika.Abacus juga dimanfaatkan di sekolah-sekolah luar biasa oleh siswa tunanetra maupun tunarungu. Dalam dunia pendidikan dan usaha di Indonesia abacus masih banyak digunakan hingga sekarang, baik itu oleh pelajar maupun para pedagang. Pemanfaatan abacus sebagai alat bantu pendidikan dan usaha juga telah berlangsung sejak abad 20 di Denmark. Sama halnya di Indonesia dan China, alat hitung Kugleramme masih eksis di negara tersebut hingga sekarang.

Blaise Pascal
Selanjutnya pada abad ke-17, Jacques Attali Blaise Pascal(1623 - 1662) dari Clermont, Perancis. Seorang ahli matematika, fisika, penulis sekaligus penemu. Blaise Pascal telah menciptakan sebuah alat hitung mekanis bernama Pascal's Calculator pada tahun 1642 M. yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Pascaline. Pascal memperkenalkan alat ini kepada publik di tahun 1645. Cara kerja pascaline digerakan oleh gear (roda-roda) mekanik bergerigi untuk menggerakan mesin kalkulator-nya. Kalkulator pascal ini memiliki fungsi yang sangat terbatas, yakni hanya dapat melakukan penambahan dan pengurangan saja. Pascaline berhasil menyita perhatian publik karena ditempatkan pada lokasi-lokasi terkemuka di perancis. Namun, keterbatasan pada fungsi-nya menyebabkan pascaline kurang begitu diminati dan publik lebih memilih menggunakan metode dan alat hitung model lama seperti abacus. Menurut beberapa sumber, mesin pascaline hanya diproduksi sebanyak 20 unit dengan versi 6 roda dan 8 roda.

Keberhasilan pascaline mungkin tidak se-fenomenal abacus, tapi alat ini mencerminkan teknologi yang lebih maju, dimana mesin mekanis dapat menggantikan peranan peralatan hitung analog. Karya dan inovasi Blaise Pascal merupakan langkah penting dalam sejarah perkembangan mesin mekanis, kalkulator dan teknologi komputasi dimasa selanjutnya.


Gottfried Wilhelm Leibniz
Terinspirasi oleh mesin Pascaline, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716) seorang ahli filsafat dan matematikawan berkebangsaan Jerman yang berpengaruh di abad ke-17 dan ke-18, menciptakan mesin mekanik yang dinamai Stepped Drum (tabung gerak/berputar) pada tahun 1670-an, alat ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Leibniz Wheel (Roda Leibiniz berbentuk tabung silinder bergerigi), yang kemudian menjadi penggerak untuk kalkulator mekaniknya yang dinamai Stepped Reckoner "Langkah Perhitugan".

Menurut perkiraan, Stepped Reckoner dibuat pada tahun1672 dan selesai pada tahun 1694 dan merupakan kalkulator pertama yang mampu melakukan empat fungsi pokok matematika : Penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Berbeda dengan pascaline, mesin kalkulator karya Leibiniz ini jauh lebih sukses dan digunakan oleh publik selama 3 abad sebelum akhirnya tergantikan oleh kalkulator elektronik di pertengahan tahun 1970-an.

Arithmometer - Thomas De ColmarSelanjutnya ada Arithmom├Ętre atau Arithmometer, adalah varian dari kalkulator mekanik genereasi ke 3 yang lebih handal dari pendahulu-pendahulunya (Pascaline dan Stepped Reckoner). Alat yang mirip tempat pensil anak sekolah ini ternyata tergolong alat bersejarah yang paling fenomenal dibanding generasi sebelumnya.

Arithmometer merupakan kalkulator pertama yang menggusung teknologi digital dengan kemampuan yang lebih baik. Kalkulator ini bisa menambah dan mengurangi dua nomor secara langsung dan mampu melakukan perkalian panjang dengan menggunakan akumulator bergerak untuk hasilnya akhirnya.

Adalah Charles Xavier Thomas de Colmar (5 Mei 1785-12 Maret 1870), seorang penemu dan pengusaha terkenal berkebangsaan prancis yang telah menciptakan Arithmometer. Kalkulator ini dipatenkan di Prancis pada tahun 1820 dan diproduksi secara massal pada kurun waktu 1851-1915, desain kokoh dan kemampuan arithmometer dalam menghitung telah menjadikan kalkulator mekanik ini sukses secara komersial. Tanpa maksud mengabaikan Pasacaline dan Stepped Reckoner. Arithmometer menjadi titik awal tumbuh kembangnya teknologi komputer digital dan membawa revolusi baru yang berdampak besar pada budaya menghitung masyarakat dunia.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi, sejarah dan evolusi Teknologi Informasi dan komputer dari masa kemasa Anda dapat membaca Sejarah Komputer melalui Menu Timelines, Selamat Membaca.


Regards


Admin Pustaka Digital AnnoerComputer.Online