Teknologi Abad 19 | Lahirnya Para Perintis Teknologi Dunia

Abad ke-19 adalah abad yang berlangsung sejak 1801 Masehi hingga 1900 Masehi. Ini merupakan babak baru peradaban manusia, umum-nya masyarakat yang hidup saat itu mulai dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan yang memerlukan teknologi baru sebagai alat bantu dalam menyelsaikan berbagai persoalan-persoalan, seperti untuk solusi industri, komunikasi, transportasi, atau untuk penyelesaian masalah lainnya, baik untuk kepentingan yang bersifat personal, kepentingan suatu kelompok, hingga untuk menyelsaikan persoalan yang dihadapi oleh suatu pemerintahan.

 Abad ke-19 dapat digambarkan sebagai permulaan kendali manusia atas sumber-sumber alam, yang kemudian dirubah menjadi teknologi-teknologi baru. Mendorong para ilmuan saat itu untuk meningkatkan penelitian dan menciptakan berbagai teknologi baru yang efisien dari sumber daya alam yang masih melimpah, baik dengan menggunakan pendanaan pribadi maupun melalui pendanaan oleh pemerintahan suatu negara. Dengan demikian, pada abad ini banyak ditemukan berbagai karya cipta para ilmuan dari berbagai negara yang selanjutnya menjadikan mereka sebgai tokoh-tokoh penemu yang tercatat pada literaur-literatur sejarah, dimana kisahnya masih dapat kita baca hingga saat ini.

21 Februari 1804, ditandai sebagai perjalanan kereta api bertenaga uap pertama di dunia, ini terjadi ketika  lokomotif uap pertama yang dikenal dengan nama Penydarren atau lokomotif "Pen-y-Darren" yang dibangun oleh Richard Trevithick, digunakan untuk mengangkut besi dari Merthyr Tydfil ke Abercynon, Wales. Kereta pertama ini membawa muatan besi seberat 10 ton. Tahun 1812, Abraham Jakub Stern telah menciptakan kalkulator mekanik pertama. Tahun 1820 Thomas De Colmar menciptakan Arithmometer, selanjutnya terdapat banyak temuan alat dan penemu baru lainnya yang lahir pada Abad 19.

Dari berbagai literatur sejarah, kita dapat menyimpulkan beberapa kategori temuan, umum-nya merupakan turunan dari temuan generasi sebelumnya yang diserap secara estafet melalui berbagai cara, merunut pada suatu peristiwa. Selain itu terdapat juga temuan betul-betul baru yang lahir beradasar atas kebutuhan dari situasi tertentu, dan temuan-temuan yang tercipta karena faktor-faktor ketidak sengajaan atau lahir dari suatu hobby. Terdapat begitu banyak variasi temuan, namun semuanya itu umumnya mengarah pada suatu upaya, seperti yang dijabarkan dalam hukum Algoritma yang ditemukan oleh Al-Khawarizmi, yakni menciptakan suatu cara untuk mempermudah penyelesaian suatu masalah yang dihadapi oleh manusia.

Beberapa teknologi yang mengarah pada teknologi informasi, komunikasi, komputer, kesehatan dan transportasi telah mulai dibangun pada abad 19 ini. Teknologi-teknologi yang kemudian menjadi "inspirasi para ilmuan abad 20 dan abad 21" dalam menciptakan teknologi yang lebih modern dan canggih, ini bukan berarti tidak terdapat temuan-temuan yang sama sekali  baru dan berbeda setelah abad 19, atau kemudian menganggap tidak penting temuan-temuan yang terjadi pada abad sebelumnya. Tetapi lebih sebagai penandaan suatu peristiwa penting, dimana pada abad 19 terdapat begitu banyak temuan, istilah penamaan, dan bermunculannya ilmuan ternama saat itu.

Abad 19 menandakan kesadaran dan hasrat tinggi manusia-manusia kala itu pada ilmu pengetahuan; akan pentingnya pembelajaran, penelitian, kerjasama dan implementasi suatu pemikiran menjadi suatu bentuk nyata yang dapat dibuktikan pada suatu temuan yang dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Karena itu, tidak berlebihan jika abad 19 dikatakan sebagai Abad para penemu dunia dan "Era Lahirnya Para Perintis Teknologi Yang Ambisius."