Teknologi Abad Ke 20 | 20th Century

Abad 20 (20th Century) merupakan babak baru dimana revolusi teknologi terjadi pada berbagai bidang, terutama pada teknologi informasi, transportasi, dan industri militer. Abad 20 adalah abad yang dimulai 1 Januari 1901 dan berakhir pada 31 Desember 2000. Itu adalah abad kesepuluh dan terakhir dari milenium ke-2. Sebenarnya, ini berbeda dari abad yang dikenal sebagai tahun 1900-an yang dimulai pada tanggal 1 Januari 1900, dan berakhir pada tanggal 31 Desember 1999. Abad ke-20 diawali oleh dua perang dunia. Perang Dunia Ke 1 ( PD1/ PD I / WW1/ WWI) terjadi pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918, merupakan ajang unjuk kekuatan teknologi militer dalam perang berkepanjangan di Eropa tengah yang melibatkan negara-negara besar Eropa seperti Italia, Prancis, Jerman, Kerajaan Inggris, Kekaisaran Austria-Hongaria dan Rusia. Perang ini dilatari oleh berbagai kepentingan dan konflik diplomatik yang terjadi sejak lama diantara negara-negara tersebut. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, akibat kemajuan teknologi militer yang mematikan.

Dampak negatif kemajuan teknologi berlanjut dan semakin mematikan saat terjadinya Perang Dunia ke II,  Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII atau PD2) adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer, sehingga Perang Dunia ke II ini dikenal juga dengan istilah Total War (Perang Total). Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.
Disamping aspek negatif yang bersifat masif, Perang Dunia turut berkontribusi terhadap kemajuan teknologi. Dimana pada akhirnya banyak dari teknologi militer yang kemudian diterapkan untuk kepentingan sipil, seperti teknologi informasi, transportasi, dan kedokteran misalnya. Mekanika kuantum yang merupakan tonggak dari lahirnya fisika modern juga lahir pada abad ke-20. Penemuan bom atom mengungkap potensi pemanfaatan dan bahaya energi nuklir. Penemuan transistor yang dianggap salah satu penemuan terpenting manusia nantinya akan mengubah ukuran komputer jauh lebih kecil dari pendahulunya. Selain perang dunia kedua, perang dingin juga turut berkontribusi terhadap kemajuan teknologi antariksa. Pada masa ini manusia pertama kali dapat mendarat di bulan.

Penemuan DNA pada Abad ini, juga telah membuka babak baru dari ilmu genetik. Temuan teknologi kedokteran pada vaksinasi masal menurunkan angka kematian akibat wabah penyakit seperti cacar dan polio yang terjadi terutama pada negara-negara berkembang, hingga kemudian terjadinya peningkatan angka penduduk Bumi sekitar tiga kali lipat dalam kurun waktu kurang dari satu abad. Di akhir abad ke-20 internet mulai diperkenalkan untuk kepentingan sipil dan komersial, dimana pertukaran arus informasi terjadi dalam waktu relatif cepat, terlebih setelah diperkenalkannya telepon genggam (teknologi seluler). Selain itu pada abad 20 merupakan masa dimulainya inovasi terhadap peralatan rumah tangga seperti kulkas, pembersih vakum, microwave, dan banyak lagi perangkat elektronik lainnya.

Selanjutnya : Teknologi Abad 21 | Era Teknologi Informasi dan Komunikasi