Jacquard Loom 1800 | Suksesor Mesin Tenun Semi Otomatis Perancis

Seperti pada artikel sebelumnya, Bouchon Loom Device 1725, bahwa rangkaian alat semi otomatis dan kertas-kertas berlubang pada alat tenun yang diciptakan oleh Basile Bouchon menjadi inspirasi dalam pengembangan teknologi Industri dan teknologi komputsi. Hal ini juga telah mengisnpirasi Joseph Marie Jacquard, seorang pemintal kain sutera, dan seorang inventor yang juga berasal dari Perancis. Ia adalah tokoh yang berhasil menyempurnakan rancangan awal alat tenun dan kartu berlubang untuk alat pemintal kain dari beberapa pendahulunya. Seperti para inventor (penemu) umumnya, Jacquard melalui serangkaian penelitian, uji coba dan kegagalan pada alat yang dikembangkannya, sebelum akhirnya mencapai keberhasilan pada tahun 1805.

Rangkain sejarah tenun sendiri diawali dari temuan alat tenun Basile Bouchon 1725, dan gagasan asisten Bouchon bernama Jean Baptiste Falcon yang meningkatkan cara kerja alat tenunnya pada tahun 1728, dengan mengganti kertas tenun dengan kartu berlubang, dan menambahkan jumlah tali pada lubang-lubang kartu tersebut. Upaya lain untuk peningkatan alat tenun dilakukan oleh Jacques de Vaucanson antara tahun 1745 - 1750. Dimana Vaucanson berupaya untuk membuat model alat tenun otomatis, ini dengan mengganti metode kartu berlubang Falcon dengan kertas berantai. Upaya otomatisasi alat tenun yang ia lakukan sesuai dengan bidang dan minatnya pada dibidang aotumaton (otomatisasi alat/perangkat). Dimana Vaucanson dikreditkan sebagai penemu sistem robotik pertama. Tapi, upaya Vaucanson untuk meningkatkan kinerja alat tenun mekanik tidak sepenuhnya berhasil, karena kinerja alat tenun yang ia promosikan kurang begitu baik, dan mendapat banyak penolakan dari para penenun di Prancis.

Adalah Joseph Marie Jacquard, penemu Prancis selanjutnya, yang disebutkan banyak sumber sebagai suksesor dari beberapa upaya peningkatan pada mesin tenun sutera Prancis. Mulai Tahun 1800 Jacquard mengajukan paten pertamanya untuk "alat tenun pedal", namun alat tenun ini tidak dapat berjalan dengan baik, mendapat banyak penolakan dan dirusak oleh sekelompok penenun tradisional yang merasa terancam dengan teknologi alat tenun baru yang diusulkan oleh Jacquard. Tahun 1803, Jacquard kembali mengajukan paten untuk alat tenun penjalin jaring, dan selanjutnya pada thun 1804 kembali mengajukan paten untuk alat tenun sutera yang lebih baik dari alat tenun kebanyakan saat itu. Dimana alat tenun yang ia buat terinspirasi oleh dua penemu alat tenun sebelumnya, yakni; alat tenun Jacques de Vaucanson dan kartu berlubang "Punch Card" yang dikembangkan oleh Jean Baptiste Falcon (asisten Basile Bouchon), yang kemudian ia tingkatkan secara mandiri sehingga menjadi alat tenun yang jauh lebih modern dan praktis, dibanding alat-alat tenun sebelumnya.
.
Paten untuk Jacquard untuk alat tenun modernnya ia dapatkan pada bulan April 1805, saat Kaisar dan permaisuri Josephine mengunjungi kota tempat tinggalnya, Lyon, Prancis. Dimana selama tur Kaisar dan permaisuri Josephine melihat alat tenun baru karya Jacquard. Sebagai imbalannya, Jacquard menerima pensiun seumur hidup sebesar 3000 franc, jumlah yang sangat besar untuk saat itu. Selain itu, ia menerima royalti 50 franc untuk setiap alat tenun yang dibeli dan digunakan selama periode enam tahun. Ini adalah sikap yang murah hati terhadap penemu dan membuatnya kaya. Pada 1812 ada sekitar 11.000 alat tenun Jacquard digunakan di Perancis, dan meskipun upaya keras Perancis untuk menjaga rahasia teknologi tenun karya Jacquard, lambat laun teknologi tenun Jacquard mulai banyak diadopsi dan bermunculan di negara-negara lain.

Secara tidak langsung, teknologi alat tenun yang diciptakan Joseph Marie Jacquard memainkan peran yang sangat penting pada perkembangan teknologi mekanik lainnya, tidak hanya dalam industri tekstil, tetapi juga dalam pengembangan mesin yang dapat diprogram, seperti "Mesin Analitik" Charles Babbage, yang menjadi cikal bakal teknologi komputer modern saat ini.