Teknologi Abad Pertengahan | Medieval Age

Dilansir dari wikipedia, Abad Pertengahan (Medieval Age) dalam sejarah Eropa berlangsung dari abad ke-5 sampai abad ke-15 Masehi. Abad Pertengahan bermula sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat dan masih berlanjut manakala Eropa mulai memasuki Abad Pembaharuan dan Abad Penjelajahan. Sejarah Dunia Barat secara tradisional dibagi menjadi tiga kurun waktu, yakni Abad Kuno, Abad Pertengahan, dan Zaman Modern. Dengan kata lain, Abad Pertengahan adalah kurun waktu peralihan dari Abad Kuno ke Zaman Modern. Abad Pertengahan masih terbagi lagi menjadi tiga kurun waktu, yakni Awal Abad Pertengahan, Puncak Abad Pertengahan, dan Akhir Abad Pertengahan.

Penurunan jumlah penduduk, kontraurbanisasi, invasi, dan perpindahan suku-suku bangsa, yang berlangsung sejak Akhir Abad Kuno, masih berlanjut pada Awal Abad Pertengahan. Perpindahan-perpindahan penduduk berskala besar pada Zaman Migrasi juga mencakup perpindahan suku-suku bangsa Jermanik yang mendirikan kerajaan-kerajaan baru di bekas wilayah Kekaisaran Romawi Barat. Sementara di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah, dan bekas wilayah Kekaisaran Bizantin dikuasai oleh Khilafah Bani Umayyah, sebuah kekaisaran Islam, yang merupakan Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin (Sahabat-sahabat Nabi Muhamad SAW.) yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab (Asia Barat) dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Cordoba, Spanyol sebagai Kekhalifahan Cordoba. Meskipun pada Awal Abad Pertengahan telah terjadi perubahan-perubahan mendasar pada tatanan kemasyarakatan, politik, dan teknolgi, pengaruh Abad Kuno belum benar-benar hilang sepenuhnya.
Teknologi abad pertengahan didominasi oleh beberapa negara Eropa. Ini dimulai setelah Renaisans abad ke-12, Eropa abad pertengahan telah menunjukan banyak perubahan radikal dalam tingkat penemuan baru, dan berbagai inovasi dalam mengelola sarana produksi tradisional, yang berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi Eropa. Namun demikian tidak menutup kemungkinan terdapat temuan-temuan teknologi di benua lainnya yang luput dari catatan sejarah karena berbagai faktor. Ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat peradaban Islam yang menyebarkan kekuasaannya dari Asia Barat hingga Eropa Barat.

Kemajuan teknis Eropa dari abad ke-12 hingga ke-14 dibangun berdasarkan teknik yang sudah lama ada di Eropa abad pertengahan, yang berasal dari anteseden Romawi dan Bizantium , atau diadaptasi dari pertukaran lintas budaya melalui jaringan perdagangan dengan dunia Islam , Cina , dan India . Seringkali, aspek revolusioner tidak terletak pada tindakan penemuan itu sendiri, tetapi dalam penyempurnaan teknologinya dan penerapannya pada kekuatan politik dan ekonomi. Meskipun bubuk mesiu dan beberapa senjata telah ditemukan oleh orang Cina, orang Eropalah yang kemudian mengembangkan dan menyempurnakan potensi militernya, mempercepat ekspansi negara-negara Eropa, dan akhirnya terbentuk imperialisme di Era Modern. Kemajuan teknologi maritim Eropa dalam pembuatan kapal, teknik navigasi baru berupa kompas kering, dan temuan teknologi maritim lainnya memungkinkan kontrol ekonomi dan militer negara-negara Eropa atas lautan di kawasan negara-negara yang berdekatan dengan Eropa. Teknologi maritim juga memungkinkan pencapaian Era Eksplorasi seiring peningkatan teknologi navigasi maritim.

Selanjutnya: Teknologi Abad 19