Stern Machine's 1813 | Kalkulator Yang Musnah Semasa Perang Dunia II

Kita tidak sedang membahas tentang mesin permainan Stern Pinball,  yang dimaksud dari Stern Machine (Mesin Stern) dalam artikel ini adalah nama mesin yang diambil dari nama seorang ahli matematika dan penemu mesin kalkulator mekanik asal Polandia, Abraham Jakub Stern, yang selama hidupnya telah menciptakan sedikitnya tiga mesin hitung mekanis.

Mesin pertama Stern memiliki empat operasi aritmatika yang didemonstarsikan pada tanggal 7 Januari 1813, mesin kedua berguna untuk ekstraksi akar kuadrat diperkenalkan  pada 13 Januari 1817, dan mesin ketiga, yang menggabungkan sistem kerja dua mesin sebelumnya, untuk operasi aritmatika dan akar kuadrat, ia perkenalkan pada 30 April 1817.  Atas penemuan-penemuannya tersebut, Stern dimasukkan menjadi bagian dari anggota elit di Masyarakat Ilmuan Warsawa (Friends of Sciences Society), yang merupakan organisasi awal sebelum menjadi Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia.

Abraham Jakub Stern lahir dari keluarga miskin di Hrubieszów, Polandia. Titik balik kehidupannya menuju keberhasilan dimulai saat bertemu dengan misionaris dan tokoh pendidik terkemuka Polandia, Wawrzyniec Staszic, yang mengasah bakat dan mendukung kecerdasan Stern untuk melanjutkan studi ke Warsawa, Polandia, yang saat itu bagian dari Kekaisaran Rusia, hingga ia mencapai karir gemilangnya menjadi anggota elit  Masyarakat Ilmuan Warsawa, dan banyak menciptakan teknologi mekanik untuk masyarakat sipil dan militer.

Dilansir dari history-computer.com, mesin komputasi pertamanya ia rancang sekitar tahun 1810, dan pada tahun 1811 ia mengirim laporan ke Staszic, menguraikan perangkat dan meminta bantuan keuangan. Setelah itu sekitar Tahun 1812 Stern merancang dua perangkat penghitung lagi. Seiring waktu, mesin penemuannya kemudian menjadi populer. Pada tahun 1816 dan 1818, Stern mendemonstrasikan mesinnya kepada Tzar Rusia Alexander I, yang menerimanya dengan ramah dan memberinya pensiun tahunan sebesar 350 rubel, dan berjanji, dalam kasus kematiannya, untuk membayar setengah dari jumlah itu kepada jandanya. Untuk penemuannya ini, Stern dimasukkan ke Masyarakat Warsawa dari Friends of Science (Warszawskiego Towarzystwa Przyjaciół Nauk, pendahulu dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia), pertama diangkat dalam klasifikasi keanggotaan yang sesuai (tahun 1817), kemudian sebagai anggota dalam klasifikasi memenuhi syarat (tahun 1821), dan akhirnya sebagai anggota penuh (tahun 1830). Dia mempresentasikan penemuannya beberapa kali pada pertemuan Society.

Halaman situs poland.gov.pl mencatat,  pada tahun 1820-an, sebagai pengakuan atas pencapaian Stern dan berdasar pada potensi kecerdasan Stern, Berlin Academy of Sciences menawarinya perjalanan ke Jerman. Stern ditawari dana besar untuk membiayai pekerjaan tekniknya. Namun, Abraham Stern menolak tawaran tersebut, dan memilih untuk tidak meninggalkan Polandia, ia berkata: "Saya bahkan tidak mau berpikir untuk meninggalkan negara asal saya".

Dalam sebagian isi surat edarannya, Stern menulis: “ kelemahan fisik manusia membuktikan bahwa alam memerintahkannya untuk menggunakan kekuatan pikirannya daripada kekuatan otot-ototnya dalam pekerjaannya. Karena itu, ia harus berusaha untuk mendorong batas-batas mekanika, karena pembelajaran akan menjadikannya kaya. Manusia harus membuat mesin dan mengoperasikannya, menjadikan mesin untuk menggantikan pekerjaan keras yang harusnya ditanggung manusia. Bangsa-bangsa yang menyempurnakan industri akan menguasai dunia, sementara mereka yang mengabaikannya, akan tumbuh lemah, bodoh, miskin atau menjadi budak."

Replika mesin stern (© Science Museum, London)
Mesin-mesin penghitung asli karya Stern yang tersimpan di Museum Industri dan Pengetahuan - Krakow, Polandia, telah dihancurkan selama terjadi Perang Dunia ke II, gambar ilustrasi di atas merupakan salah satu replika mesin penghitung mekanik-nya yang berada di Science Museum, London. Namun demikian, fakta mengenai mesin-mesin mekanik ciptaanya diuraikan secara terperinci dalam surat edaran Stern, yang ia siapkan untuk presentasi di majelis Masyarakat Ilmuan Warsawa pada 30 April 1817.