Arithmaurel 1849 | Peraih Medali Emas Yang Gagal Produksi Massal

Arithmaurel, adalah kalkulator mekanik yang pembuatannya terinspirasi dari Arithmometer Thomas De Colmar. Dilansir dari History of Computer; Timoléon Maurel mematenkan kalkulator mekanik  versi pertamannya pada tahun 1842 dengan nomor paten FR14529, sebagai mesin yang dapat menjalankan fungsi dasar aritmatika. Selanjutnya Maurel bekerjasama dengan Jean Jayet untuk membuat peningkatan pada mesin kalkulator mekaniknya dan bersama-sama mematenkannya pada tahun 1846, dengan nomor paten FR4777. Versi mesin kalkulator hasil kerjasama inilah yang kemudian paling terkenal dengan meraih medali emas dalam pameran Exposition nationale de Paris tahun 1849.  Mesin kalkulator mekanik ini kemudian lebih dikenal dengan nama Arithmaurel dari Maurel and Jayet, yang menginspirasi mereka untuk memasarkannya secara luas. 

Terdorong oleh keberhasilan mesin tersebut, para penemu (Maurel dan Jayet) berencana untuk memulai produksi massal perangkat mereka, dan menugaskan produksinya melalui pembuat jam terkenal bernama Joseph Thaddäus Winnerl, salah satu pembuat jam terbaik di Eropa saat itu.

Pada Tahun 1850 Winnerl memulai pengerjaan untuk produksi massal kalkulator mekanik Arithmaurel dari Maurel dan Jayet. Namun hingga 1854, Winnerl hanya mampu membuat sebanyak 30 unit Arithmaurel saja yang dapat diproduksi dibengkelnya. Keterbatasan ini disebabkan karena pembuatan mesin Arithmaurel terlalu kompleks untuk teknologi pertengahan abad ke-19. Alat-alat produksinya terlalu mahal, rapuh dan rentan akan kesalahan, ini yang menjadikan Arithmaurel tidak dapat bersaing dengan kalkulator mekanik Arithmometer karya De Colmar yang lebih lebih sederhana, lebih murah dan handal.

Mekanisme penghitungan Kalkulator Arithmaurel berdasarkan pada penggunaan drum Leibniz, menurut sebuah buku dari tahun 1853, menggunakan Arithmaurel dari Maurel dan Jayet dalam perkalian dua angka 8-digit dapat dilakukan selama 18 detik, sedangkan pembagian 15-digit ke angka 8-angka dapat dilakukan selama 24 detik, yang merupakan kecepatan penghitungan luar biasa pada waktu itu. Beberapa peninggalan antik Mesin Arithmaurel masih dapat bertahan hingga saat ini.