Morse Telegraph 1835 | Antara Prestasi, Kontroversi dan Royalty

Kontroversi terkait siapa penemu telegraf pertama, mengisi ruang-ruang artikel sejarah teknologi informasi dan komunikasi. Tidak sedikit dari sumber-sumber tersebut mengyakini bahwa, tidak tepat jika Samuel Morse dianggap sebagai penemu telegraf pertama. Mengingat terdapat banyak nama tokoh dan temuan telegrafi-nya lebih dulu hadir dengan menciptakan beberapa metode telegrafi yang mirip dengan implementasi pada instrumen telegrafi karya Morse. Bahkan seorang penulis buku ilmiah Amerika, Edward N. Dickerson melalui bukunya yang berjudul "Prof. Joseph Henry and Magnetic Telegraph" menganggap Joseph Henry lebih layak dianggap sebagai penemu telegraf Magnetic pertama dibanding Samuel F.B Morse.

Namun demikian, dilansir dari History.com  Morse telah bekerja cukup keras untuk mendapatkan pengakuan atas karyanya, dalam wilayah Amrerika saja ia telah memasang kawat sepanjang 20.000 mil, dan pada tahun 1866 ia telah membentangkan kawat telegraf sepanjang jalur trans Atlantik yang menghubungkan Amerika Serikat ke Eropa. Dengan upayanya itu, maka tidak berlebihan jika Morse mendapatkan hasil yang layak secara finansial atas kerja kerasnya. Ia telah melakukan upaya berupa pertukaran telegraf di negara-negara di seluruh dunia. Tetapi banyak pemerintah (termasuk Amerika Serikat saat itu) sering mengabaikan klaimnya sebagai penemu telegraf tunggal, menolak untuk membayar royalti yang seharusnya ia dapatkan saat jatuh tempo pembayaran atas paten-nya.  Karena itu, Morse membawa kasusnya ke Mahkamah Agung, Terlepas dari kontroversi mengenai paten atas temuannya, bahwa terdapat nama penemu lain yang telah membuat telegraf sebelumnya yang memiliki kemiripan dengan karya-nya. Morse menekankan sebagai orang pertama yang menggunakan dalam aduannya sebagai penemu mesin telegraf dengan sirkuit tunggal bertenaga baterai pertama untuk telegraf magnetik-nya. Upaya hukumnya berhasil, dan dengan demikian beberapa pemerintah datang untuk memenuhi kewajiban atas royalti, dengan memberikan Morse pembayaran tunai senilai lebih dari $ 2 juta, jika diuangkan dalam bentuk uang saat ini. Dsiamping itu Morse bersikeras agar royaltinya dibayar secara tepat waktu. Hal itu akhirnya menjadikan Morse pria yang sangat kaya.

"If the presence of electricity can be made visible in any part of the circuit, I see no reason why intelligence may not be transmitted instantaneously by electricity." (Samuel F.B Morse). Quotes atau Kata-kata bijak Samuel Morse tersebut memiliki arti kurang lebih seperti berikut; "Jika keberadaan listrik dapat terlihat pada setiap bagian dari sirkuit, saya tidak melihat alasan, mengapa tidak mungkin suatu kecerdasan dapat ditransmisikan secara instan melalui listrik." Ungkapan ini bagi kebanyakan orang saat itu mungkin sesuatu yang sulit untuk direalisasikan, tapi bagi Samuel Morse,  ia dapat membuktikannya dengan membangun suatu alat telegraf listrik yang ia bangun pertama kali antara tahun 1834 - 1835. Morse menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan telegraf, sebelum akhirnya mengalami kesulitan dana.

KODE MORSE
Nama lain yang layak disematkan dibalik kesuksesan Samuel FB. Morse adalah, Alfred Lewis Vail.  Sebelum akhirnya ia memutuskan untuk hengkang dari perusahaan yang ia bangun bersama Morse.  Alfred Lewis Vail (25 September 1807 - 18 Januari 1859) adalah seorang ahli mesin dan penemu Amerika. Bersama dengan Samuel Morse, Vail berperan penting dalam mengembangkan dan mengkomersialkan telegrafi Amerika antara 1837 dan 1844. Dilansir dari Wikipedia, Vail dan Morse adalah dua operator telegraf pertama pada jalur eksperimental pertama Morse antara Washington, DC dan Baltimore, Amerika. Vail bertanggung jawab untuk membangun dan mengelola beberapa jalur telegraf  yang dibangun antara tahun 1845 dan 1848. Ia juga bertanggung jawab atas beberapa inovasi teknis sistem Morse , khususnya kunci pengiriman dan register perekaman yang lebih baik berupa estafet magnetik dalam telegraf. Vail meninggalkan industri telegraf pada tahun 1848 karena dia percaya bahwa para manajer diaperusahaan Morse tidak sepenuhnya menghargai kontribusinya.

Kode Morse Internasional

Telegraf listrik Morse bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elktro melalui kabel yang dibentangkan antar stasiun telegraf. Dengan menggunakan sistem penyandian (dapat digunakan sebagai bahasa isyarat rahasia), yang ia kembangkan bersama Alfred Lewis Vail untuk melengkapi sistem kerja telegrafnya. Sandi morse ini selanjutnya lebih dikenal dengan istilah Kode Morse (Morse Code) dan menjadi kode komunikasi standard dalam penggunaan telegrafi. Meskipun telegraf tidak lagi digunakan secara luas sejak awal abad ke-21, (tergantikan oleh telepon, smartphone, dan Internet,) telegraf listrik merupakan perangkat awal komunikasi jarak jauh yang mendasari revolusi dan inovasi teknologi komunikasi pada masa-masa selanjutnya.

Kode Morse menggunakan simbol titik dan garis untuk mewakili setiap huruf dalam alfabet bahasa Inggris, memungkinkan transmisi melalui kabel listrik dalam bentuk pesan kompleks untuk telegrafi elktroniknya. Pada 24 Mei, 1844, Morse mengirim pesan telegraf pertamanya, dari Washington, D.C., ke Baltimore, yang berbunyi "What hath God wrought", yang berarti "Apakah yang telah Tuhan tulis?". Beberapa sumber berpendapat, Alfred Lewis Vail memiliki peran penting dalam pembuatan dan pengembangan Kode Morse yang digunakan pada telegraf Morse.