Photography 1826 | Refleksi Visioner Litografi dan Heliografi

Istilah Fotografi (Photography) mungkin sudah tidak asing bagi kita, dimana secara umum berarti suatu proses atau teknik pengambilan gambar atau objek dengan menggunakan perangkat kamera dan memanfaatkan teknik pencahyaan. Istilah fotografi diambil dari bahasa Yunani; PHOTOS berarti "Cahaya", dan GRAPHIEN yang memiliki arti "untuk Melukis", bila digabungkan kurang lebih artinya adalah "Melukis dengan Cahaya". Seni Photography dan Profesi Photographer memiliki sejarah cukup tua. Terinspirasi sejak manusia mencari cara untuk mendokumentasikan suatu peristiwa dengan cara menggambar/melukiskan suatu peristiwa pada dinding-dinding batu goa dan objek-objek lainnya sebelum peralatan seperti kanvas dan kertas ditemukan.

Joseph Nicéphore Niépce, adalah seorang penemu asal Prancis, yang sekarang dikenal sebagai penemu fotografi dan sekaligus perintis dibidang tersebut.Niépce mengembangkan heliografi, sebuah teknik kuno yang ia gunakan untuk mendapatkan hasil cetak dalam proses fotografi. Niépce memiliki ketertarikan khusus pada teknik litografi (teknik lukis kuno), proses dimana suatu objek digambar, atau diukir dengan tangan di atas batu litograf, dan kemudian dicetakan dengan tinta pada media kertas. Niépce tidak terlatih secara artistik, tetapi obsesinya untuk menghasilkan gambar realistis pada media kertas, menghasilkan gagasan untuk menciptakan suatu metode fotografi yang lebih baik dan realistis, dibanding dengan lukisan tangan.


Pada tahun 1826, dengan menggunakan kamera obscura, Niépce berhasil mengambil foto dari alam, tidak terlihat begitu jelas, tapi dapat dipastikan berupa bagian-bagian suatu bangunan. Foto tersebut dikenal dengan nama View from the Window at Le Gras (Pemandangan dari Jendela di Le Gras). Le Gras adalah sebuah tempat yang berlokasi  di sebelah utara Prancis. Foto tersebut merupakan gambar heliografis dan foto kamera tertua yang bertahan dan pernah ada.

Ditahun yang sama, Niépce juga tercatat berhasil mengukir lukisan Cardinal d'Amboise, yang ia buat pada sebuah lempengan timah dan telah melalui proses heliografi. Tapi, hasil akhir dari semua upaya fotografi Niépce cenderung terlihat buram dan kurang terang. Namun demikian, eksperimen, penemuan, dan karya fotografi Niépce jadi inspirasi bagi para penemu berikutnya, untuk menciptakan teknik fotografi yang lebih maju dan sukses.