Schilling Telegraph 1832 | Konsep "Kebijaksanaan dari Negeri Timur"

Ada kalanya terdapat dua atau beberapa pemikiran identik, dari beberapa orang yang hidup pada waktu dan tempat yang sama, atau bahkan pada waktu dan tempat yang sama sekali berbeda.

Aspek lingkungan, pertukaran kultur dan budaya yang terjadi pada masyarakat di masa tertentu acap kali menjadi sumber lahirnya pemikiran-pemikiran dan penemuan yang baru. Tidak jarang terdapat temuan alat yang berbentuk sama dan terbuat dari bahan yang sama dari dua lingkungan masyarakat yang berbeda, misalkan pada peralatan-perealatan berbentuk roda. Terdapat juga roda-roda yang terlihat sama, tetapi memiliki ukuran dan terbuat dari bahan yang berbeda.

Telegraph P.L. Schilling (1832)
source picture: polymus.ru
Hal demikian acap kali kita temui, misalnya disaat kita meneliti sejarah awal elktromagnetik dan telegrafi, maka akan  terdapat banyak sumber dan nama-nama tokoh yang terlibat dalam sejarah. Beberapa hidup dalam waktu dan tempat yang sama, lainnya merupakan temuan yang sama sekali berbeda akan tetapi memiliki penyebutan nama temuan yang identik, dari temuan yang sebenarnya berbeda. Seperti istilah Telegraph karya Schilling yang menerapkan konsep dasar yang sepenuhnya berbeda dari Telegraph karya; Sömmerring, Harrison Dyar, William Sturgeon, Joseph Henry, dan penemu Telegraph lainnya.

Pada 21 Oktober 1832, Baron Pavel Lvovich Shilling von Kanstadt seorang insiyur bidang listrik, orientalis, seniman, sekaligus pejabat diplomatik Rusia, keturunan Jerman, berhasil menciptakan telegraf listrik (telegraf elktromagnetik) pertama di dunia. Dengan menggunakan kabel telegraf yang menghasilkan elktomagnet sebagai penghubung, Pavel Shilling dapat menunjukkan transmisi sinyal jarak jauh, dengan menempatkan dua buah telegraf ciptaannya di dua ruangan berebeda dalam apartemennya yang terletak di Saint Petersburg, Rusia. Penggunaan sistem transmisi biner pada telegraf listriknya, juga menjadikan Shilling sebagai orang pertama yang mempraktekan gagasan sistem transimis sinyal biner. Kontribusinya sebagai pencipta telegraf listrik pertama ini telah tercatat dan diakui oleh organisasi internasional bernama Institute of Electrical and Electronics Engineers (selanjutnya disebut IEEE) Milestones, pada tahun 2009.

Sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan di Petersburg, Pavel Shilling merupakan seorang ilmuan dan pejabat berpengaruh di Rusia, ia memiliki gagasan cemerlang dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, ini dapat disimpulkan dari kecerdasannya dalam membangun telegraf elktromagnetiknya. Penggunaan transmisi sinyal telegraf elktromagnet yang diciptakan oleh Shilling memiliki teknik dan metodologi yang sepenuhnya berbeda, dengan telegraf Joseph Henry, atau penemu telegraf lainnya.

Gagasan awal peringkasan kode telegraf karya Shilling bisa dibilang unik. Shilling menemukan gagasan untuk peringkasan kode telegraf saat ia melaksanakan tugas diplomatiknya ke perbatasan China, dimana ia merasa kagum dengan kemampuan seorang biksu yang menguasai teknik ramalan menggunakan simbol hexagram I Ching (Yi Jing), yang masing-masing dari simbol tersebut memiliki 6 baris (terputus dan bersambung) hingga berjumlah 64 simbol, setiap simbol hexagram dapat digunakan untuk meringkas ramalan nasib setiap orang dimasa depan. Analogi teknik I Ching ini menjadi salah satu motif, yang mendasari keberhasilan Shilling dalam meringkas angka dan huruf alfabet Rusia untuk kode telegrafnya.

Memadukan "Kebijaksanaan dari Negeri Timur, Kepraktisan Jerman, dan Kecerdikan Rusia" Shilling mulai membuat kode telegraf yang memungkinkan transmisi elektromagnetik untuk menghasilkan huruf secara simultan dengan meminimalisir penggunaan kabel telegraf. Perhitungan dan analisis Schilling berhasil, penggunaan kelipatan 6 berdasar teknik I Ching untuk peringkasan kode telegraf Rusia dapat bekerja dengan baik pada transimi biner-nya. Untuk penemuannya ini pada tahun 1828 Schilling menerima pangkat penuh sebagai penasihat negara, dan secara otomatis menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Petersburg.