Photography 1861 | Metodologi Fotografi Warna Pertama

Ilustrasi fotografi berwarna
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah sebuah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya saat ini lebih dikenal dengan istilah kamera. Tanpa cahaya, dapat dipastikan tidak ada foto berwarna yang bisa dibuat oleh kamera.

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Pada kamera-kamera modern untuk dapat menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dan menghasilkan gambar fotografi warna, menggunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, diafragma & speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Fotografi dan fotografi warna memiliki sejarah yang cukup tua. Seperti pernah ditulis pada artikel sebelumnya, Photography 1826 Joseph Nicéphore Niépce, adalah seorang penemu asal Prancis, yang sekarang dikenal sebagai penemu fotografi dan sekaligus perintis dibidang tersebut.Niépce mengembangkan heliografi, sebuah teknik kuno yang ia gunakan untuk mendapatkan hasil cetak dalam proses fotografi. Namun, untuk metodologi fotografi permanen pertama ditemukan oleh  Thomas Sutton James Clerk Maxwell yang dikembangkan pada tahun 1861.

Foto warna permanen pertama,
diambil oleh Sutton pada tahun 1861
menggunakan metode
yang diusulkan oleh James Clerk Maxwell 
Thomas Sutton berkolaborasi dengan fisikawan teoritis James Clerk Maxwell untuk mengambil tiga eksposur terpisah dari pita tartan (tartan ribbon) melalui filter berwarna merah, hijau dan biru. Film negatif yang dikembangkan diproyeksikan melalui lentera yang terpisah, dengan filter yang memiliki warna-warna yang sama pada layar untuk membuat sebuah gambar tunggal pada Royal Institution di London dan dari percobaan tersebut lahirlah prinsip awal fotografi warna.

Dalam percobaan praktis eksperimen pikiran Maxwell telah diterbitkan pada tahun 1855, Sutton mengambil tiga foto hitam-putih yang terpisah dari pita beraneka warna, satu melalui filter biru, satu melalui filter hijau, dan satu melalui filter merah. Menggunakan tiga proyektor yang dilengkapi dengan filter serupa, tiga foto diproyeksikan ditumpangkan pada layar. Primer aditif dicampur secara beragam untuk mereproduksi gamut warna. Bahan fotografi yang tersedia untuk Sutton terutama peka terhadap cahaya biru, nyaris tidak peka terhadap cahaya hijau dan praktis tidak peka terhadap cahaya merah, sehingga hasilnya hanya sebagian keberhasilan.