Edison Light Bulb 1879 | Permulaan Kawat Pijar Menerangi Dunia

Lagi-lagi orang ini, Thomas Alva Edison dibesarkan di Midwest Amerika ; Di awal karirnya ia bekerja sebagai operator telegraf , yang kemudian menginspirasi beberapa penemuannya. Pada tahun 1876, ia mendirikan fasilitas laboratorium pertamanya di Menlo Park, New Jersey, tempat banyak penemuan awalnya dikembangkan. Dia kemudian mendirikan laboratorium botani di Fort Myers, Florida bekerja sama dengan pengusaha Henry Ford dan Harvey Firestone, dan sebuah laboratorium di West Orange, New Jersey yang menampilkan studio film pertama di dunia, Black Maria. Dia adalah seorang penemu yang produktif, memegang 1.093 paten AS atas namanya , serta paten di negara lain.

Sosok penemu asal amerika ini merupakan tokoh berpengaruh bagi industrialisasi dan pengetahuan elektronik dunia. Seperti telah dituliskan pada buku-buku sejarah penemuan, yang diberitakan di banyak media dan laman website terkait tokoh-tokoh penemu berpengaruh. Thomas Alva Edison telah menciptakan beberapa temuan spektakuler yang karyanya kemudian menjadi rujukan, yang banyak diadopsi dan dikembangkan oleh para penemu berikutnya. Beberapa temuan spektakuler Edison yang terkenal diantaranya : Pembangkit tenaga listrik, alat komunikasi, microphone, phonograph (perekam dan pemutar suara), Kamera (Kinetoscope), dan bola lampu pijar (Incandescent light bulb).

Bola lampu pijar adalah lampu listrik dengan kawat filamen (kawat pijar) yang dipanaskan sampai bersinar. Filamen tertutup dalam bola lampu ini bertujuan untuk melindungi filamen dari oksidasi. Arus disuplai ke filamen oleh terminal atau kabel yang tertanam di kaca. Soket bohlam menyediakan dukungan mekanis dan koneksi listrik.

Bola lampu Edison , secara retroaktif kadang disebut juga sebagai bola lampu antik atau bola lampu vintage, pada bola lampunya terdapat serat karbon atau tungsten,  ini adalah bola-bola lampu awal yang diciptakan oleh Edison yang kemudian direproduksi secara massif dibanyak negara. Sebagian besar bola lampu ini adalah hasil reproduksi dari bola lampu filamen yang dipopulerkan oleh Edison Electric Light Company pada pergantian abad ke-20. Jenis bola lampu ini masih dapat kita temui hingga saat ini dan mudah diidentifikasi berupa gulungan panjang dan rumit dari filamen internal dan menghasilkan cahaya kuning yang terlihat sangat hangat.

Sejarah lampu pijar dapat dikatakan telah dimulai dengan ditemukannya tumpukan volta oleh Alessandro Volta. Pada tahun 1802, Sir Humphry Davy menunjukkan bahwa arus listrik dapat memanaskan seuntai logam tipis hingga menyala putih. Lalu, pada tahun 1820, Warren De la Rue merancang sebuah lampu dengan cara menempatkan sebuah kumparan logam mulia platina di dalam sebuah tabung lalu mengalirkan arus listrik melaluinya. Hanya saja, harga logam platina yang sangat tinggi menghalangi pendayagunaan penemuan ini lebih lanjut. Elemen karbon juga sempat digunakan, namun karbon dengan cepat dapat teroksidasi di udara; oleh karena itu, jawabannya adalah dengan menempatkan elemen dalam vakum. Dengan demikian penemuan lampu pijar Edison merupakan yang paling berhasil dibandingkan karya para penemu sebelumnya. Bola lampu pijar Thomas Alva Edison mendapatkan paten pada  27 Januari 1880 dengan nomor patent # 223.898 sebagai hak paten atas penemu lampu pijar listrik.