Eastman Kodak 1888 | Jatuh Bangun Perusahaan Raksasa Fotografi

Berdirinya perusahaan besar fotografi Eastman Kodak Company diawali dari eksperimen George Eastman, seorang pegawai Bank yang berasal dari Rochester, New York Pada tahun 1877. Eastman telah melakukan serangkaian eksperimen pada formula emulsi, dan berhasil menciptakan mesin pelapis emulsi yang mendapatkan hak paten pada 1879. Satu tahun kemudian, pada April 1880 Eastman mengundurkan diri dari pekerjaannya di bank, untuk lebih fokus pada bidang fotografi dan mendirikan perusahaan fotografinya sendiri.

Bersama penemu kamera William Hall Walker, George Eastman mengembangkan produk kamera yang lebih kecil dan ringkas, hingga pada tahun 1885, dia menuju ke kantor paten dengan perangkat pemegang gulungan yang dia dan penemu kamera William Hall Walker telah kembangkan. karya mereka memungkinkan kamera dibuat menjadi lebih kecil dan lebih murah. Karya ini mendapatkan patennya di tahun 1888 dengan hak no hak paten A.388.850 untuk kamera genggam kecil yang efisein, murah dan mudah digunakan.

Selanjutnya pada tahun 1889, Eastman mempekerjakan seorang ahli kimia bernama Henry H. Reichenbach untuk mengembangkan jenis film fleksibel yang bisa lebih mudah dimasukkan ke dalam kamera. Perusahaan Eastman terus bertumbuh hingga Tahun 1892 perusahaan fotografi Eastman berganti nama menjadi Eastman Kodak Company. Sejak saat itu perusahaan berkembang sangat pesat, kamera Kodak mempertahankan dominasi teknisnya dengan memperkenalkan berbagai jenis produk kamera untuk publik dari permulaan Tahun 90-an hingga akhir tahun 90'an, saat Kodak mulai mengalami kesulitan finansial akibat dari lambatnya transisi Kodak pada teknologi fotografi digital, hal ini mendorong produk Kodak kurang diminati oleh konsumen dan menyebabkan income Kodak menurun secara drastis.

Keterlambatan dan kegagalan Kodak di bisnis fotografi pun pernah diungkap oleh salah seorang mantan karyawannya sendiri, Steven Sasson, yang tak lain adalah penemu sistem kamera digital.

Steven Sasson saat itu berusia 24 tahun, bekerja di Eastman Kodak pada 1973. Dua tahun bekerja di bawah naungan Kodak ia kemudian menemukan cara kerja kamera yang lebih canggih yakni menggunakan sistem digital. Namun penemuannya itu ditolak oleh manajemen Kodak untuk dikembangkan. Alasannya ialah saat itu kamera film masih banyak digandrungi oleh masyarakat untuk memotret keseharian.

"Mereka yakin tidak ada yang mau melihat foto mereka di pesawat televisi. Hasil photo yang dicetak telah bersama kami selama lebih dari 100 tahun, tidak ada yang mengeluh, harganya sangat murah, jadi mengapa ada orang yang mau melihat foto mereka di pesawat televisi?" kata Sasson meniru ucapan petinggi Kodak.

Kemudian pada tahun 1989, Sasson dan koleganya, Robert Hills, menciptakan kamera refleksi single-lens digital modern pertama yang terlihat dan berfungsi seperti model profesional saat ini. Kamera itu memiliki sensor 1,2 megapiksel, dan menggunakan kompresi gambar dan kartu memori. Namun departemen pemasaran Kodak tidak tertarik dengan kamera tersebut. Kodak mengatakan bahwa mereka bisa menjual kamera itu, hanya saja mereka melihat benda itu akan mengurangi penjualan film Kodak, produk yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan. Ironisnya, seiring dengan lajunya perkembangan teknologi, orang-orang mulai beralih ke sistem yang lebih modern yaitu digital (silikon) dan meninggalkan sistem kamera film (seluloid).

Selama lebih dari 100 Tahun Kodak telah mendominasi dan menjadi inovator dalam industri fotografi yang terkenal, Kodak memberikan kontribusi terhadap perkembangan fotografi. Selama abad ke-20, Kodak memegang peranan yang dominan dan menjadi pioner dalam perkembangan fotografi film, bahkan pada tahun 1976 menguasai 90% pasar di Amerika Serikat. Saat itu Kodak terkenal dengan tagline-nya "Kodak moment".

Tahun 2012, perusahaan Kodak memasuki babak baru, kemunduran dan kebangkrutan perusahaan, ini ditandai dengan dijualnya seluruh hak paten konsumen dan teknologi pencitraan digital Kodak dengan harga murah.

Tahun-tahun selanjutnya Kodak menempuh upaya re-organisasi perusahaan, dengan melakukan adapatasi teknologi dan hanya berfokus pada beberapa produk Imaging seperti kamera cetak instan dan beberapa jenis pencetakan 3D. Upaya ini ditempuh agar perusahaan tetap survive ditengah ketatnya persaingan teknologi fotografi digital.


Sources : biography.com, petapixel.comwikipedia.org